BAB 2
KLASIFIKASI JARINGAN
2.1 Jenis-jenis Jaringan Komputer
Jenis Jaringan Komputer secara
umum kita kenal ada 5 macam, yaitu LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan
Area Network), WAN (Wide Area Network), Internet, dan Wireless (jaringan tanpa
kabel). Sebenarnya, konsep dari Jenis Jaringan Komputer sama, yaitu untuk
menghubungkan berbagai perangkat jaringan untuk dapat berkomunikasi dan berbagi
sumber daya. Hanya yang membedakan adalah dari letak geologis-nya (mencakup
wilayah dan area jaringan) dan teknologi yang digunakan (seperti penggunaan
jenis kabel yang berbeda, IP Addressing sesuai
kelas-nya, dan sistem keamanan (security) yang berbeda).
Berikut ini jenis-jenis
jaringan komputer
1. LAN (Local Area Network)
Local Area Network
(LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang
berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk
menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan
atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner)
dan saling bertukar informasi.
LAN mempunyai
ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan
terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui
keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain
tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.
LAN menggunakan
teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai
10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro
second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat
beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Keuntungan dari
jenis jaringan LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional,
lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer labih
cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan
operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN.
Kerugian dari jenis
jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk
berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer
data tidak begitu luas.
2. MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area
Network (MAN) merupakan jenis jaringan yang lebih luas dan lebih canggih dari
LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena jenis jaringan MAN ini biasa
digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari suatu kota ke kota
lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan adanya
operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer. Contohnya
seperti jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga jaringan mall-mall
moderen yang saling berhubungan antar kota.
Keuntungan dari
jenis jaringan MAN ini diantaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas
sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien, mempermudah dalam hal
berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kerugian dari jenis
jaringan MAN seperti lebih banyak menggunakan biaya operasional, dapat menjadi
target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk
memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
3. WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network
(WAN) merupakan jenis jaringan yang lebih luas dan lebih canggih daripada LAN
dan MAN. Teknologi jaringan WAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu
jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya.
Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai LAN dan WAN karena luasnya wilayah
cakupan dari WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur
bawah laut.
Keuntungan dari
jenis jaringan WAN seperti cakupan wilayah jaringannya lebih luas dari LAN dan
MAN, tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk berkomunikasi
dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan keamanan yang lebih,
dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta mempermudah dalam hal bisnis.
Kerugian dari jenis
jaringan WAN seperti biaya operasional yang dibutuhkan menjadi lebih banyak,
sangat rentan terhadap bahaya pencurian data-data penting, perawatan untuk
jaringan WAN menjadi lebih berat.
4. Internet
Internet merupakan
jaringan komputer yang global atau mendunia. Karena Internet merupakan
jaringan-jaringan komputer yang terhubung secara mendunia, sehingga komunikasi
dan transfer data atau file menjadi lebih mudah. Internet bisa dikatakan
perpaduan antara berbagai jenis jaringan komputer beserta Topologi dan Tipe Jaringan yang saling berhubungan satu sama lain.
Keuntungan dari
jenis jaringan Internet diantaranya adalah komunikasi dan berbagi sumber daya
dari satu jaringan ke jaringan yang lain menjadi lebih mudah, penyebaran ilmu
pengetahuan menjadi lebih pesat, penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan
mudah, dan menjadi ladang untuk memperoleh penghasilan
Kerugian dari jenis
jaringan Internet diantaranya adalah kejahatan dunia maya atau cyber criminal
menjadi luas, pornografi menjadi semakin luas, transaksi barang-barang ilegal
seperti narkoba menjadi marak, dan juga dapat menimbulkan fitnah karena
penyampaian informasi yang salah.
5. Wireless (Jaringan Tanpa Kabel)
Wireless merupakan
jenis jaringan yang menggunakan media transmisi data tanpa menggunakan kabel.
Media yang digunakan seperti gelombang radio, inframerah, bluetooth, dan
microwave. Wireless bisa difungsikan kedalam jaringan LAN, MAN, maupun WAN.
Wireless ditujukan untuk kebutuhan mobilitas yang tinggi.
Keuntungan jenis
jaringan Wireless seperti kenyamanan untuk terhubung ke jaringan tanpa dibatasi
oleh kabel, lebih ke arah pengguna yang memerlukan mobilitas yang tinggi, dan
tidak terlalu memerlukan kabel jaringan.
Kerugian jenis
jaringan Wireless seperti transmisi data kepada para pengguna yang lebih lambat
dari penggunaan jaringan dengan kabel, memerlukan keamanan yang ketat karena
orang yang berada di luar jaringan bisa menerobos ke dalam jaringan Wireless.
2.2 Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah
suatu aturan atau cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer
yang lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Topologi jaringan juga dapat
didefinisikan sebagai gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen
jaringan, yang meliputi Server, Workstation, Hub, dan pengkabelannya.
Dalam pemilihan
topologi harus dipertembangkan pada beberapa faktor, hal ini akan mempengaruhi
kualitas, efektivitas dan efisiensi juga, faktor-faktor tersebut diantaranya
sebagai berikut :
1. Biaya
2. Kecepatan
3. Lingkungan
4. Ukuran
5. Konektivitas
Topologi jaringan
sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Physical.
Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub,
switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
2. Logical.
Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan
perangkat lainnya.
Berikut jenis-jenis topologi jaringan:
1. Topologi BUS
Pada topologi Bus
semua komputer dihubungkan secara langsung pada media transmisi dengan
konfigurasi yang disebut Bus. Kebel untuk menghubungkan jaringan ini biasanya
menggunakan kebel koaksial. Setiap Server dan Workstation yang disambungkan
pada Bus menggunakan konektor T (T-Connector). Pada kedua ujung kabel harus
diberi Terminator berupa Resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50
Ohm yang berwujud sebuah konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50
Ohm, maka Server tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam melayani
jaringan, sehingga akses User atau Client menjadi menurun. Sekarang ini,
topologi bus sering digunakan backbone (jalur utama), dengan menggunakan kabel
Fiber Optik sebagai media transmisi.
Keunggulan topologi
Bus:
1. Penggunaan
kabel sedikit, sehingga terlihat sederhana dan hemat biaya.
2. Pengembangan
menjadi mudah.
Kelemahan topologi
Bus:
1. Jaringan
akan terganggu bila salah satu komputer rusak.
2. Jika
tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
3. Membutuhkan
Repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh (jika menggunakan kabel
coaxial).
4. Bila
terjadi gangguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi
lambat karena lalu lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak ada pengontrol
User.
5. Deteksi
kesalahan sangat kecil, sehingga bila terjadi gangguan maka sulit sekali
mencari kesalahan tersebut.
Pada Topologi
jaringan Star, setiap Workstation dihubungkan dengan menggunakan alat
penghubung terpusat atau yang disebut dengan konsentrator. Masing – masing
Workstation tidak saling berhubungan. Jadi setiap Workstation yang terhubung ke
konsentrator tidak akan dapat berinteraksi atau berkomunikasi sebelum
konsentrator dihidupkan. Bila Konsentrator dimatikan, maka seluruh koneksi
jaringan akan terputus. Bila dibandingkan dengan sistem topologi jaringan Bus,
sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana, hanya
saja pada sistem ini membutuhkan konsentrator.
Pada topologi ini
beban yang dipikul oleh konsentrator cukup berat, dengan demikian tingkat
kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. Hubungan antar
Workstation akan dilakukan melalui peralatan yang disebut konsentrator,
sehingga setiap Workstation dihubungkan dengan kabel jaringan ke konsentrator.
Jadi, tidak ada hubungan kabel antar Workstation. Pada topologi Star,
penambahan Workstation tidak akan mengganggu sistem yang sedang bekerja,
tinggal menambah kabel dari Workstation ke konsentrator. Begitu pula jika salah
satu Workstation kabelnya terputus atau terjadi kerusakan, maka tidak akan
mengganggu Workstation lain yang sedang bekerja. Yang bertindak sebagai
konsentrator dalah Hub dan Switch.
Keunggulan topologi
Star:
1. Fleksibel
dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan yang sudah ada
sebelumnya.
2. Bila
salah satu kabel koneksi User putus, maka hanya komputer User yang
bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi User yang lain
(keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja).
Kelemahan topologi
Star:
1. Boros
dalam pemakaian kabel, jika dihubungkan dengan jaringan yang lebih besar dan
luas.
2. Bila
pengiriman data secara bersamaan waktunya, dapat terjadi Collision.
Untuk membentuk
jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain
dan hubungan ini akan membentuk Loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral
harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun
berjauhan. Dengan demikian topologi ini memiliki kemampuan melakukan Switching
ke berbagai arah Workstation. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain
adalah tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana). Topologi ini sering
digunakan untuk jaringan yang luas pada satu kota dengan menggunakan media
transmisi kabel fiber optik, misalnya untuk menghubungkan beberapa ISP pusat
dan cabang dalam satu kota.
Keunggulan topologi
Ring:
1. Hemat
kabel.
2. Untuk
membangun jaringan dengan topologi ini lebih murah bila dibandingkan dengan
topologi Star.
Kelemahan topologi
Ring:
1. Sangat
peka terhadap kesalahan jaringan.
2. Sukar
untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut nampak menjadi kaku.
3. Biaya
pemasangan lebih besar.
Topologi Tree atau
juga disebut sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya
digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan susunan yang berbeda.
Topologi Tree merupakan pengembangan dari topologi Star. Pada topologi Tree
setiap tingkai atau Node akan dihubungakan pada pusat atau konsentrator (Hub
atau Switch) yang berada pada awal Trafic rangkaian.
Pada dasarnya,
topologi Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi Star, sehingga
keunggulan dan kelemahan dalam topologi ini hampir sama dengan topologi Star.
Keunggulan topologi
Tree:
1. Mudah
dalam pengembangan jaringan.
2. Mudah
dalam mendeteksi kerusakan.
3. Jika
salah satu kabel sub-Node, maka sub-Node yang lain tidak akan terganggu.
Kelemahan topologi
Tree:
1. Jika
salah satu konsentrator atau sentral Node mengalami kerusakan, maka sub-Node
yang ada dibawahnya akan terganggu.
Topologi Mesh
merupakan topologi yang dibangun dengan memasang Link diantara semua Node.
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh atau
Fully-Connected Mesh, yaitu sebuah jaringan dimana setiap Node terhubung
langsung ke semua Node yang lain. Jumlah saluran atau Link yang harus
disediakan untuk membentuk jaringan topologi Mesh adalah jumlah Node (Station)
dikurang 1 (n-1, n = Jumlah Node). Misal, jika semua Node dalam jaringan
terdapat 5 Node, maka setiap Node harus me-Link (menyambung) ke 4 Node lainnya.
Topologi Mesh
biasanya digunakan pada ISP (Internet Service Provider) untuk memastikan bila
terjadi kerusakan pada salah satu sistem komputer maka tidak akan mengganggu
hubungan jaringan dengan sistem komputer lain dalam jaringan.
Keunggulan topologi
Mesh:
1. Topologi
Mesh memiliki tingkat Redundancy yang tinggi, sehingga jika terdapat satu Link
yang rusak maka suatu Node (Station) dapat mencari Link yang lainnya.
Kelemahan topologi
Mesh:
1. Membutuhkan
biaya yang cukup besar, karena membutuhkan banyak kabel, setiap Node harus
dipasang LAN Card sebanyak n-1 (n=Jumlah Node).
2. Jaringan
ini tidak praktis.
6. 6.Topologi
Hybrid
Topologi jaringan Hybrid adalah salah satu jenis topologi jaringan yang
mengkombinasikan dua atau lebih topologi yang berbeda menjadi sebuah bentuk
baru topologi pada system jaringan computer. Bila topologi berbeda terhubung ke
satu sama lainnya dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu
maka desain jaringan tersebut bisa dikatakan termasuk Topologi Jaringan Hybrid.
Topologi Hybrid menggunakan kombinasi dari dua atau lebih topoogi yang
sedemikian rupa sehingga jaringan yang dihasilkan tidak menunjukkan salah satu
dari standar topologi (misalnya bus, star, cincin, dll)
Topologi Jaringan Hybrid juga
merupakan salah satu bentuk topoogi jaringan fisik yang sudah sangat umum
digunakan selain jenis jaringan computer lainnya sseperti jaringan
point-to-point, topologi bus, topologi ring, topologi star, dll. Klasifikasi
topologi dibuat berdasarkan hubungan antara node yang berbeda dalam jaringan.
Pilihan untuk menggunakan topologi tertentu btergantung pada berbagai factor.
Masing-masing topologi ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Jaringan Hybrid
Kelebihan :
- Salah satu keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
- Hybrid mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
- Menambahkan koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat terhubung antar topologi berbeda Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya.
- Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus membuat perubahan apapun pada topologi yang telah ada.
- Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itu topologi jaringan hybrid sangat efisien
- Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybrid kelihatan sangat rumit tapi merupakan solusi untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang teleh terbangun sebelumnya.
Ø Kekurangan :
- Karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka pengelolaan topologi akan menjadi lebih sulit.
- Dari segi ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang lebih topologi tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
- Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit.
- Terlepas dari keuntungan dan kerugian topologi hibrid harus diakui bahwa tidak ada kekhawatiran untuk mengubah topologi yang telah ada jika kebutuhan perluasan jaringan diperlukan. Jika dibandingkan kelebihan dan kekurangan dari topologi komputer lain, boleh dikatakan bawa topologi hybrid adalah yang terbaik.
Pada Topologi hybrid dilakukan ketika ada lebih dari dua
dasar topologi bekerja pada satu tempat yang harus dihubungkan satu sama
lainnya. jika topologi bintang yang terhubung ke topologi bintang lainnya, hal
ini masih topologi star. Namun, bila topologi star dan topologi bus terhubung
ke satu sama lainnya maka didefinisikan sebagai topologi hybrid.Seringkali
ketika topologi terhubung satu sama lainnya sehingga tata letak topologi yang
dihasilkan sulit difahami meskipun topologi yang baru bekerja tersebut
mungkin tanpa masalah. Sebagai contoh, sebuah jaringan pohon terhubung ke
jaringan pohon masih topologi jaringan pohon. Sebuah topologi hybrid selalu
diproduksi ketika dua jaringan dasar yang berbeda topologi terhubung. Dua
contoh umum untuk jaringan Hybrid adalah: Bintang cincin jaringan dan jaringan
bintang bus.Sebuah jaringan cincin bintang terdiri dari dua atau lebih topologi
star terhubung menggunakan unit multistation akses (MAU) sebagai hub
terpusat.Sebuah jaringan Bus Bintang terdiri dari dua atau lebih topologi star
terhubung menggunakan batang bus (bus batang berfungsi sebagai tulang punggung
jaringan).
2.3 Pengertian Internet, Intranet dan Ekstranet
Pengertian Internet
Internet (Interconected Network) merupakansekumpulan komputer yang
saling berhubungan satu sama lain membentuk suatu jaringan yang menjangkau
seluruh dunia yang saling berinteraksi dan bertukar informasi.
Sedangkan dari segi ilmu pengetahuan, Internet merupakan sebuah
perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran)
informasi atau data yang dapat berupa text, graphic, audio maupun
animasi, dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa “berkunjung”
ke perpustakaan tersebut kapan saja dan dari mana saja.
Selain sebagai sumber informasi, jaringan internet juga
merupakan sarana komunikasi. Komunikasi yang dilakukan di internet adalah
komunikasi data. Segala sesuatu yang dikirimkan melalui internet berupa
teks, suara, gambar, suara dan gambar dikirim dalam bentuk data. Hal ini
berarti menggunakan internet adalah mempertukarkan data-data
antara dua buah komputer. Mengirim e-mail misalnya, kita kirim
dalam bentuk data teks. Contoh lain, jika kita membuka sebuah halaman web,
maka sebenarnya kita sedang mengirimkan halamanweb dengan cara
mengirimkan alamat URL-nya. Kemudian komputer server halaman web tersebut
akan mengirimkan halaman web yang kita minta.
Internet merupakan Media Informasi tanpa batas yang belakangan populer
dengan sebutan Cyberspace. seperti halnya dunia nyata (ada
baik-buruknya), di dunia maya juga ada hal positif dan negatifnya.
Internet bisa memberikan informasi yang sifatnya mendidik, positif
dan bermanfaat bagi kemaslahatan ummat manusia. tapi juga bisa dijadikan
sebagai lahan kejelekan dan kemaksiatan. Hanya etika, mental dan keimanan
masing-masinglah yang menentukan batas-batasnya.
Pengertian Intranet
Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti
internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung
internet (WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet. Antar Intranet dapat
saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang
memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah
Intranet tidak perlu sambungan luar ke Internet untuk berfungsi secara benar.
Intranet menggunakan semua protocol TCP/IP Protokol TCP/IP, alamat IP, dan
protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol
Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol
yang sering digunakan. sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah “versi
pribadi dari jaringan Internet”, atau sebagai sebuah versi dari Internet yang
dimiliki oleh sebuah organisasi.
Jika sebuah badan usaha / bisnis / institusi mengekspose sebagian dari
internal jaringannya ke komunitas di luar, hal ini di sebut ekstranet. Memang
biasanya tidak semua isi intranet di keluarkan ke publik untuk menjadikan
intranet menjadi ekstranet. Misalnya kita sedang membeli software, buku dll
dari sebuah e-toko, maka biasanya kita dapat mengakses sebagian dari Intranet
toko tersebut. Badan usaha / perusahaan dapat memblokir akses ke intranet
mereka melalui router dan meletakan firewall. Firewall adalah sebuah perangkat
lunak / perangkat keras yang mengatur akses seseorang kedalam intranet.
Proteksi dilakukan melalui berbagai parameter jaringan apakah itu IP address,
nomor port dll. Jika firewall di aktifkan maka akses dapat dikontrol sehingga
kita hanya dapat mengakses sebagian saja dari Intranet perusahaan tersebut yang
kemudian dikenal sebagai extranet.
Sebuah intranet adalah sebuah jaringan privat (private network)
yangmenggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi
rahasiaperusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya.
Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat,
yakni situs webinternal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah
jaringanharuslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni
protokolInternet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan
juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3,
atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.
Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah “versi pribadi
dari jaringan Internet”, atau sebagai sebuah versi dari Internet yang
dimiliki oleh sebuahorganisasi.
Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet dan mulai
diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN
yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan
berInternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet
sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet
lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet
Pengertian Ekstranet
Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol
internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi
bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor),
mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang
dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet
dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange),
berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan
lain-lain.
2.4 Bandwidth
adalah nilai hitung atau
perhitungan konsumsi transfer data telekomunikasi yang dihitung dalam satuan
bit per detik atau yang biasa disingkat bps yang terjadi antara komputer server
dan komputer client dalam waktu tertentu dalam sebuahjaringan komputer.
Bandwidth sendiri akan dialokasikan ke komputer
dalam jaringan dan akan mempengaruhi kecepatan transfer data pada jaringan
komputer tersebut sehingga semakin besar Bandwidth pada jaringan komputer maka
semakin cepat pula kecepatan transfer data yang dapat dilakukan oleh client
maupun server.
Pada sebuah jaringan komputer Bandwidth terbagi
menjadi 2 yaitu Bandwidth digital dan Bandwidth analog. Berikut adalah
penjelasan masing - masing Bandwidth tersebut:
·
Bandwidth digital adalah jumlah atau volume suatu data
(dalam satuan bit per detik/bps)yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran
komunikasi tanpa adanya distorsi.
·
Bandwidth analog merupakan perbedaan antara frekuensi
terendah dan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur
dalam satuan Hz (hertz) yang dapat menentukan banyaknya informasi yang dapat
ditransmisikan dalam suatu saat.





No comments:
Post a Comment